Sabtu, 12 Januari 2013

KONSEP DAN JENIS PENELITIAN




RANGKUMAN 

BAB 2 

KONSEP DAN JENIS-JENIS PENELITIAN 

A. Makna penelitian

1. Perlunya penelitian

Minimal ada 4 sebab yang melatarbelakangi suatu penelitian:

a. Karena pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan manusia sangat terbatas dibandingkan dengan lingkungannya begitu luas.

b. Manusia memiliki untuk mengetahui atau curiosity

c. Manusia didalam kehidupannya selalu dihadapkan kepada masalah, tantangan, ancaman, kesulitan, baik didalam dirinya, keluarganya, masyarakat sekitarnya serta lingkungan kerjanya.

d. Manusia merasa tidak puas dengan apa yang telah dicapai, dikuasai, dan dimilikinya, ia selalu ingin yang lebih baik, lebih sempurna, lebih memberikan kemudahan, selalu ingin menambah dan meningkatkan “kekayaan” dan fasilitas hidupnya.

2. Pemecahan masalah

Banyak cara yang dilakuakan untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, antara lain:

a. Pemecahan masalah dilakukan secara tradisional atau mengikuti kebiasaan, seperti kebiasaan memotong padi dengan menggunakan anai-anai.

b. Pemecahan masalah secara dogmatis, baik menggunakan dogma agama, masyarakat, hukum, seperti pensuri dipotong tangannya.

c. Pemecahan masalah secara intuitif yaitu berdasarkan bisikan hati, seperti seorang ibu kebingungan anaknya yang masih kecil terlambat pulang sekolah, bisikan hatinya mengatakan coba telepon neneknya dan betul anak tersebut pulang ikut neneknya.

d. Pemecahan masalah secara emosional, seperti pintu terkunci dibuka dengan cara didobrak.

e. Pemecahan masalah secara spekulatif atau trial and error, seperti suara radio berhenti lalu radoinya digoyang-goyang atau dipukul-pukul ternyata bersuara lagi.

f. Pemecahan masalah dengan penelitian. Pemecahan masalah dilakukan secara objektif, sistematis, menggunakan metode dan mengikuti prosedur, serta berpegang pada prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah pengumpulan dan pengolahan data, serta pembuktian secara ilmiah.

3. Pengertian penelitian

Secara umum, penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mencapai tujuan tertentu. Pengumpulan dan analisis data menggunakan metode-metode ilmiah, baik yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif, experimental atau non-experimental, interaktif atau non-interaktif.

Penelitian merupakan upaya untuk mengembangkan dan menguji teori. McMillan dan Schumancher (2001) mengutip pendapat Walberg, ada lima langkah pengembangan pengetahuan melalui penelitian, yaitu :

a. Mengidentifikasi masalah penelitian.

b. Melakukan studi empiris.

c. Melakukan replikasi atau pengulangan.

d. Menyatukan (sintesis) dan mereviu.

e. Menggunakan dan mengevaluasi oleh pelaksana.

4. Penelitian sebagai pencarian ilmiah ayng berpola

Tujuan akhir suatu ilmu adalah mengembangkan dan menguji teori. Teori Kerlinger (1998) menyebutkan bahwa ”…a theory as a set of interrelated constructs and propositions that specify relation among variables to explain and predict phonamena”. Dalam rumusan Kelinger tersebut ada tiga hal penting dalam suatu teori, yaitu :

a. Suatu teori dibangun oleh seperangkat proposisi dan konstruk.

b. Teori menegaskan hubungan diantara sejumlah variable.

c. Teori dan menjelaskan memprediksi fenomena-fenomena.

5. Pencarian ilmiah

Pencarian ilmiah (scientific inquiry) adalah suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan dengan menggunakan metode-metode yang diorganisasikan secara sistematis, dalam menggumpulkan, menganalisis dan menginterpretasiakan data.

Metode ilmiah merupakan suatu cara pengkajian yang berisi proses dengan langkah-langkah tertentu. McMillan dan Schumacher (2001) membagi atas empat langkah, yaitu :

a. Define a problem.

b. State the hypothesis to be tested.

c. Collect and analyze data.

d. Interpreter the result and draw conclusion about the problem.

Hampir sama dengan McMillan dan Schumacher, John Dewey (Sukmadinata, 2005) membagi langkah-langkah pencapaian ilmiah yang disebutnya sebagai “reflective thinking”, membagi atas lima langkah, yaitu :

a. Mengidentifikasi masalah.

b. Merumuskan dan membatasi masalah.

c. Menyusun hipotesis.

d. Mengumpulkan dan menganalisis data.

e. Menguji hipotesis dan menarik kesimpulan.

6. Pencarian berpola

Pencarian berpola (disciplined inquiry) merupakan suatu prosedur pencarian dan pelaporan dengan menggunakan cara-cara dan sistematika tertentu, disertai penjelasan dan alasan yang kuat. Pencarian berpola bukan merupakan suatu pencarian yang bersifat sempit dan mekanistis, tetapi mengikuti prosedur formal yang telah standar. Pencarian berpola terutama dalam ilmu sosial termasuk pendidikan, bukan hanya menunjukkan pengkajian yang sistematis, tetapi juga pengkajian yang sesuai dengan disiplin ilmunya.



B. Karakteristik dan Langkah-langkah Penelitian

1. Karakteristik penelitian pendidikan

a. Objektivitas

Penelitian harus memiliki objektivitas (objectivity) baik dalam karakteristik maupun prosedurnya. Objektivitas dicapai melalui keterbukaan, terhindar dari bias dan subjektivitas. Dalam prosedurnya, penelitian menggunakan teknik pengumpulan dan analisis data yang memungkinkan dibuat interpretasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Objektivitas juga menggunakan kualitas data yang dihasilkan dari prosedur yang digunakan yang dikontrol dari ias dan surjektivitas.

b. Ketepatan

Penelitian juga harus memiliki tingkat ketepatan (precision), secara teknis instrument pengumpulan dataya harus memiliki validitas dan reliabilitas yang memadai, desain penelitian, pengambilan sampel dan teknik analisisnya tepat. Dalam penelitian kuantitatif, hasilnya dapat diulang dan diperluas, dalam penelitian kuantitatif memiliki sifat reflektif dan tingkat komparasi yang konstan.

c. Verifikasi

Penelitian dapat diverifikasi, dalam arti dikonfirmasikan, direvisi dan diulang dengan cara yang sama atau berbeda. Verifikasi dalam penelitian kualitatif berbeda dengan kuantitatif. Penelitian kualitatif memberikan interprets deskriptif, verifikasi berupa perluasan, pengembangan tetapi bukan pengulangan. Verifikasi juga bermakna memberikan sumbangan kepada ilmu atau studi lain.

d. Penjelasan ringkas

Penelitian mencoba memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena dan menyederhanakan menjadi penjelasan yang ringkas. Tujuan akhir dari suatu penelitian adalah merduksi realita yang kompleks ke dalam penjelasan yang singkat. Dalam penelitian kuantitatifpenjelasan singkat tersebut berbentuk generalisasi, tetapi dalam penelitian kualitatif berbentuk deskripsi tentang hai-hal yang esencial atau pokok.

e. Empiris

Penelitian ditandai oleh sikap dan pendekatan empiris yang kuat. Secara umum empiris kesimpulan didasarkan atas kenyataan yang diperoleh dengan menggunakan metode penelitian yang sistematik, bukan berdasarkan pendapat atau kekuasaan. Kritis dalam penelitian berarti membuat interpretasi berdasarkan kkenyataan dan nalar yang didasarkan atas kenyataan. Evidensi adalah data yang diperoleh dari penelitian berdasarkan hasil analisis data tersebut interprestasi dibuat. Angka, print out, catatan lapangan, rekaman wawancara, dan dokumen sejarah adalah data dalam penelitian.

f. Penalaran logis

Semua kegiatan penelitian menurut penalaran logis. Penalaran merupakan proses berpikir, menggunakan prinsip-prinsip logika deduktif atau induktif. Penalaran deduktif, penarikan kesimpulan dari umum ke khusus. Dalam penalaran deduktif bila premisnya benar maka kesimpulan otomatis benar. Dalam penalaran induktif, peneliti menarik kesimpulan berdasarkan hasil sejumlah pengamatan kasus-kasus, kemudian peneliti membuat kesimpulan yang bersifat umum. Kesimpulan dibatasi oleh jumlah dan karakteristik dari kasus yang diamati.

g. Kesimpulan kondisional

Kesimpulan hasil penelitian tidak bersifat absolut. Penelitian boleh dikatakan hanya mereduksi ketidaktentuan. Baik kesimpulan penelitian kualitatif maupun kuantitatif, bersifat kondisional. Para peneliti seringkali menekankan/ menuliskan bahwa hasil penelitiannya “ cenderung menunjukkan atau memberikan kecenderungan.



2. Langkah-langkah penelitian

Proses penelitian adalah esesuatu kegiatan interaktif antara peneliti dengan logika, masalah, desain, dan interpretasi.

a. Mengidentifikasi masalah

Kegiatan penelitian dimulai dengan mengidentifikasi isu-isu dan masalah-masalah penting (esencial), hangat (actual), dan mendesak (krusial) yang dihadapi saat ini, dan yang paling banyak arti atau kegunaannya bila isu atau masalah tersebut diteliti.

b. Merumuskan dan mmembatasi masalah

Perumusan masalah merupakan perumusan dan pemetaan factor-faktor, atau variabeal-variabel yang terkait dengan focus masalah. Factor atau variable tersebut ada yang melatarbelakangi ataupun diakibatkan oleh focus masalah.

c. Melakukan atudi kepustakaan

Studi kepustakaan merupakan kegiatan untuk mengkaji teori-teori yang mendasari penelitian, baik teori yang berkenaan dengan bidang ilmu yang diteliti maupun metodologi. Dalam studi kepustakaaan juga dikaji hal-hal yang bersifat empiris bersumber dari temuan-temuan penelitian terdahulu.

d. Merumuskan hipotesis atau pertanyaan penelitian

Rumusan hipotesis dibuat apabila penelitiannya menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data statistik inferensial. Untuk deskriptif tidak diperlukan rumusan hipotesis, cukup dengan pertanyaan-pertanyaan pokok, demikian juga dengan penelitian kualitatif.

e. Menentukan desain dan metode penelitian

Desain penelitian berisi rumusan tentang langkah-langkah penelitian, dengan menggunakan pendekatan, metode penelitian, teknik pengumpulan data, dan sumber data tertentu serta alasan-alasan mengapa menggunakan metode tersebut.

f. Menyusun instrument dan mengumpulkan data

Kegiatan pengumpulan data didahului oleh penentuan teknik, penyusunan, dan pengujian instrument pengumpulan data yang akan digunakan.

g. Menganalisis data dan menyajikan hasil

Analisis data menjelaskan teknik dan langkah-langkah yang ditempuh dalam mengolah atau mengenalisis data. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistic deskriptif. Data kualitatif dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif naratif-logis.

h. Menginterpretasikan temuan, membuat kesimpulan dan rekomendasi

Hasil analisis data masih berbentuk temuan yang belum diberi makna. Pemberian makna atau arti dari temuan dilakukan melalui interpretasi. Kesimpulan merupakan penarikan generalisasi dari hasil interpretasi temuan penelitian. Meskipun penelitian kualitatif tidak bersifat generalisasi, tetapi unsur generalisasi ini tetap ada, yaitu menemukan hal-hal yang esensial atau prinsipil dari suatu deskripsi. Terhadap kesimpulan-kesimpulan yang telah dirumuskan, disusunlah implikasi dan rekomendasi atau saran.

Penelitian adalah kegiatan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip (baik kegiatan untuk penentuan, pengujian atau pengembangan) dari suatu pengetahuan dengan cara pengumpulan, mencatat dan menganalisis data yang dikerjakan secara sistematis berdasarkan ilmu pengetahuan (metode ilmiah).

C. Jenis-jenis penelitian

1. Jenis penelitian berdasarkan pendekatan

Berdasarkan pendekatan, secara garis besar dibedakan menjadi dua cara penelitian, yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif. Keduanya memiliki asumsi, karakterisyik dan prosedur penelitian yang berbeda.

a. Asumsi tentang realita

Penelitian kuantitatif didasarkan ata konsep positivism yang bertolak dari asumsi bahwa realita bersifat tunggal, fixed, stabil, lepas dari kepercayaan dan perasaan individual. Realita terdiri atas bagian dan unsur tepisah satu sama lain dan dapat diukur dengan menggunakan instrumen.

Penelitian kualitatif didasari oleh konsep konstruktivisme yang memiliki pandangan bahwa realita bersifat jamak, menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisahkan. Realita bersifat terbuka, konstektual, secara social meliputi persepsi dan pandangan-pandangan individu dan kolektif, diteliti dengan menggunakan manusia sebagai instrumen.

b. Tujuan penelitian

Penelitian kuantitatif bertujuan mencari hubungan dan menjelaskan sebab-sebab perubahan dan fakta-fakta sosial yang terukur (menguji teori). Hal ini dapat diperoleh melalui instrumen yang disusun berdasarkan teori tertentu.

Penelitian kualitatif lebih diarahkan untuk memahami fenomena-fenomena social dari perspektif participant (membuat teori). Hal ini dapat diperoleh melalui pengamatan partisipatif dalam kehidupan orang-orang yang menjadi participan.

c. Metode dan proses penelitian

Penelitian kuantitatif memiliki serangkaian langkah-langkah atau prosedu baku yang menjadi pegangan para peneliti. Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian tertutup, sudah tersusun sempurna sebelum pengupulan data dilakukan.

Penelitian kualitatif menggunakan strategi dan prossedur penelitian yang sangat fleksibel. Penelitian kualitatif menggunakan rancangan penelitian terbuka (emergent design) yang disempurnakan selama pengumpulan data.

d. Kajian khas

Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan penelitian eksperimental atau korelasional sebagai kajian khasnya (protypical studies) untuk mengurangi kekeliruan, bias, variabel-variabel ekstraneus dalam penelitian kuantitatif bias dan subjektivitas sangat perhitungan/dihindari.

Penelitian kualitatif menggunakan kajian etnografis sebagai cirri khasnya. Dalam penelitian kualitatif hal-hal subjektif (subjektivitas murni) termasuk yang diperhitungkan dalam pengumpulan dan analisis data.

e. Perantara penelitian

Penelitian kuantitatif penelitian terlepas dari objek yang diteliti, bahkan dicegah jangan sampai ada hubungan atau pengaruh dari penelitian.

Penelitian kualitatif peneliti berbaur (immersed) dengan situasi yang diteliti. Penelitian adalah pengumpulan data, orang yang ahli dan memiliki kesiapan penuh untuk memahami situasi, peneliti sekaligus sebagai instrumen. Penelitian kualitatif disebut juga “ penelitian subjektif” (disciplined subjectivity) atau “penelitian reflektif” (reflexivity), penelitian dilakukan pengujian sendiri secara kritis (critical self examination) selama proses penelitian.

f. Pentingnya konteks dalam penelitian

Penelitian kuantitatif diarahkan untuk menemukan generalisasi universal yang ebbas dari konteks situasi. Penelitian dapat memanfaatkan data perilaku manusia tanpa memahami kerangka kehidupan.

Penelitian kualitatif meyakini pengaruh situasi terhadap hal yang diamati. Seorang peneliti social tidak akan dapat emmahami perilaku manusia tanpa memahami kerangka kehidupan dari situasi di mana orang-orang itu berada.

Penelitian kuantitatif dan kualitatif mempunyai asumsi, pijakan filosofi dan konsep yang berbeda. Beberapa peneliti memandang keduanya merupakan dua ekstrim yang sangat popular.

2. Jenis penelitian berdasarkan fungsinya

Penelitian mempunyai dua fungsi utama, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperbaiki praktek. Berdasarkan fungsinya secara umum dapat dibedakan tiga macam penelitian dasar atau basic research, penelitian terapan atau applied research dan penelitian evaluasi atau evaluative research.

a. Penelitian dasar

Penelitian dasar (basic research) disebut juga penelitian murni (pure research) atau penelitian pokok (fundamental research), diarahkan pada pengujian teori, dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa menghubungkan hasilnya untuk kepentingan praktik. Penelitian dasar tidak diarahkan untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Penelitian dasar berfungsi menghasilkan pengetahuan untuk mencari solusi tentang masalah-masalah umum. Tujuan penelitian dasar, yaitu menambah pengetahuan dengan prinsip-prinsip dasar dan hukum-hukum ilmiah, dan meningkatkan pencarian metodologi ilmiah.

b. Penelitian terapan

Penelitian terapan (applied research) berkenaan dengan kenyataan-kenyataan praktis, penerapan, dan pengembangan pengetahuan yang dihasilkan oleh penelitian dasar dalam kehidupan nyata. Penelitian terapan berfungsi mencari solusi tentang masalah-masalah dalam bidang tertentu. Penelitian ini difokuskan pada pengetahuan teoritis dan praktis dalam bidan tertentu, bukan pengetahuan yang bersifat universal. Penelitian terapan mendorong penelitian lebih lanjut, menyarankan teori dan praktik baru serta mendorong pengembangan metodologi.

c. Penelitian evaluative

Penelitian evaluative (evaluation research) difokuskan pada suatu kegiatan dalam suatu unit (site) tertentu. Kegiatan tersebut dapat berbentuk program, proses ataupun hasil kerja, sedangkan unit berbentuk progam, organisasi, ataupun lembaga.

Penelitian evaluative berbeda dengan evaluasi formal. Evaluasi formal bisa dilakukan oleh para peneliti atau pelaksana dalam bidangnya, tanpa latihan-latihan khusus. Tetapi dalam penelitian evaluative membutuhkan latihan khusus dalam beberapa disiplin ilmu, metodologi dan keterampilan berhubungan dan komunikasi secara interpersonal.

Penelitian evaluative dapat menambah pengetahuan tentang kegiatan tertentu, dan dapat mendorong penelitian atau pengembangan lebih lanjut.

Ada dua macam penelitian evaluative yaitu penelitian tindakan (action research) dan penelitian kebijakan (policy study). Penelitian tindakan dilakukan oleh para pelaksana untuk memecahkan masalah yang dihadapi atau memperbaiki suatu kegiatan. Penelitian tindakan yang dewasa ini banyak dilakukan adalah penelitian tindakan kolaboratif (collaborative action recearch). Analisa kebijakan mengevaluasi kebijakan pemerintah untuk membantu para penentu kebijakan memberikan rekomendasi-rekomendasi yang praktis. Penelitian kebijakan memfokuskan kajiannya pada kebijakan yang lalu atau yang berlaku sekarang, dan diarahkan untuk : (1) meneliti formulasi kebijakan, sasarannya siapa-siapa saja, (2) menguji pelaksanaan suatu program terkait dengan sesuatu kebijakan, (3) menguji efektifitas dan efisiensi kebijakan.

3. Jenis penelitian berdasarkan tujuannya

Penelitian tujuan dibedakan antara penelitian deskriptif, prediktif, improftif dan eksplanatif.

a. Penelitian deskriptif

Penelitian deskriptif (deskriptif research) ditujukan untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya. Dalam penelitian deskriptif dapat digunakan pendekatan kuantitatif, pengumpulan dan pengukuran data yang berbentuk angka-angka, atau pendekatan kualitatif, penggambaran keadaan secara naratif kualitatif. Penelitian yang berlangsung saat ini disebut penelitian deskriptif, sedang penelitian yang dilakukan dalam kurun waktu yang panjang disebut penelitian longitudinal.

b. Penelitian prediktif

Penelitian prediktif (predictive reseach) ditujukan untuk memprediksi atau memperkirakan yang akan terjadi atau berlangsung pada saat yang akan datang berdasarkan analisis keadaan saat ini.

Penelitian prediktif dilakukan melalui penelitian yang bersifat korelasional (correlational studies) dan kecenderungan (trend studies).

c. Penelitian improftif

Penelitian improftif (impriovetive researrch) ditujukan untuk memperbaiki, meningkatkan atau menyempurnakan suatu keadaan, kegiatan atau pelaksanaan suatu program. Penelitian eksperimental sebagai bagian dari metode penelitian dan pengembangan atau sebagai metode tersendiri untuk mengetahui pengaruh dari suatu hal terhadap hal lainnya juga dapat dilakukan dalam penelitian improftif.

d. Penelitian eksplanatif

Penelitian eksplanatif (explanative research ) ditujukan untuk memberikan penjelasan tentang hubungan antar fenomena atau variabel. Variabel dalam pendidikan antara lain, bisa berupa guru mengajar, membimbing, mengevaluasi, murid belajar, mengerjakan tugas, bolos, lulus ujian, buku kurang, kelas sempit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar